TELEVISI ANALOG VS TELEVISI DIGITAL

SEJARAH PERKEMBANGAN TELEVISI ANALOG & TELEVISI DIGITAL

 A. SEJARAH 

Teknologi mengalami evolusi sejak bertahun-tahun lalu, dimulai dari teknologi sederhana dan kemudian berkembang menjadi lebih canggih seiring dengan perkembangan zaman dan peningkatan kebutuhan manusia. Salah satu perkembangan teknologi yang kentara adalah pada produk menampil tayangan hiburan atau lebih dikenal sebagai televisi (TV), televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.. Dibalik semua itu tentu ada proses yang membawa televisi kini menjadi elektronik yang canggih. Dalam penemuannya, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. 

Sejarah awal terciptanya televisi dimulai dari ditemukannya Gelombang Elektromagnet oleh ilmuwan Joseph Henry dan Michael Faraday pada tahun 1831, kemudian pada tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman, mematenkan sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow, sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang yang disusun secara spiral ke pusat cakaram yang digunakan dalam proses perasteran. Setiap lubang cakram diposisikan dengan selisih sudut yang sama agar dalam setiap putarannya cakram tersebut dapat meneruskan cahaya melalui setiap lubang hingga mengenai lapisan selenium peka cahaya yang menghasilkan denyut elektrik. Namun, alat tersebut hanya dapat memancarkan gambar "halftone" dikarenakan lubang dengan posisi tertentu dengan ukuran berbeda-beda melalui kabel telegraf atau telepon. Penemu asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil menunjukan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925, diikuti gambar bergerak monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat menghasilkan gambar beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan wajah manusia) dari lensa dengan spiral ganda. Pada 1927, seorang penemu Rusia, Léon Theremin, mengembangkan sistem televisi dengan mirror-drum yang menggunakan sistem "video terjalin" untuk menghasilkan resolusi gambar 100 baris. Pada tahun yang sama, Herbert E. Ives dari Bell Labs berhasil mengirimkan gambar bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang menghasilkan 16 gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke New York City, dan juga melalui gelombang radio dari Whippany, New Jersey.Ives menggunakan layar penayang sebesar 24 x 30 inci (60 x 75 cm). Subjek rekamannya termasuk salah satunya Sekretaris Perdagangan Amerika saat itu, Herbert Hoover. Pada tahun yang sama pula, Philo Farnsworth berhasil membuat sistem televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat tampilan dan pickup, di mana temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di depan media pers. 

Pada 1 September 1928.1888 – Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian1897 – Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung. Pada tahun1900 – Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris. Pada tahun1907 – Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar. Pada tahun1927 – Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi. Pada tahun1929 – Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. 1940 – Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis. Pada tahun 1958 – Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.Pada tahun 1964 – Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber. Pada tahun 1967 – James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis. Pada tahun 1968 – Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier. 

Pada tahun 1975 – Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna. Pada tahun 1979 – Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan. Pada tahun 1981 – Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.1987 – Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali. Pada tahun1995 – Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

B. KELEBIHAN & KEKURANGAN 

  • KELEBIHAN TELEVISI ANALOG
      1. TV analaog yang kebanyakan masih ada di TV tabung. TV tabung merupakan televisi yang bisa dibilang sebagai televisi kalangan bawah, disebut demikian karena bisa dijangkau oleh masyarakat kaum menengah ke bawah. Harga yang murah menjadikan TV Analog menjadi favorit oleh bagian masyarakat yang belum mampu membeli televisi canggih nan mahal yang bisa menunjang TV Digital.
      2. Alat Komunikasi yang menyiarkan berita dengan tampilan Karena hal inilah yang hanya mampu dijangkau oleh kaum menengah ke atas.
  • KEKURANGAN TELEVISI ANALOG
      1. Hanya Bisa Memproses Sinyal Analog
Sebagaimana tadi yang dijelaskan di atas, bahwa televisi yang bisa dijangkau oleh banyak masyarakat menegah kebawah adalah televisi yang hanya mampu menjangkau sinyal TV Analog saja. Karena TV Digital yang hanya bisa dijangkau dengan televisi modern yang lebih canggih.


2. Kualitas Gambar Kurang Bagus
Karena TV Analog hanya menjangkau sinyal televisi terdekat, maka jika semakin jauh dengan pemancar akan semakin jelek kualitas gambarnya atau malah akan semakin menghilang. Selain gambarnya yang masih beresolusi SD, TV Analog masih menggunakan CRT yang tidak hemat tempat. Maka dari itu TV Analog kebanyakan menggunakan antena untuk menjangkau sinyal pemancar yang ada, dan jika walaupun tidak menjangkau maka tidak bisa menampilkan siaran yang diinginkan.


3. Boros Listrik
TV Analog masih banyak berada di dalam televisi tabung. Dan televisi tabung terkenal dengan konsumsi daya listriknya yang tinggi menyebabkan boros listrik. Hal ini jika dibandingkan dengan televisi modern non tabung yang jauh lebih hemat listrik karena mengonsumsi jauh lebih sedikit daya listrik.

  • KELEBIHAN TELEVISI DIGITAL
  1. Kualitas gambar yang dihasilkan TV digital membuat siaran gambar yang jernih dan dapat dinikmati menonton acara televisi

  2. Mengurangi efek doppler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak. Ini kerap terjadi pada TV analog sehingga membuat gambar memiliki bayangan pada layar.

  3. Pengurangan terhadap efek noise. Jadi efek noise bisa direduksi jika menggunakan penerimaan siaran sinyal digital.
  4. Sinyal digital mampu menampung banyak siaran dalam satu paket, hal ini dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog. Ini memudahkan Anda ketika mencari program yang akan ditonton dan menjamin kelancaran siaran televisi
  • KEKURANGAN TELEVISI DIGITAL
        1. Kendala Operasional
Dalam proses perpindahan dari TV Analog ke TV Digital, pasti akan berhubungan dengan kesiapan penonton TV di Indonesia yang masih banyak menggunakan TV analog. Memang saat ini tengah dijalanka proses simulcast, namun yang menjadi kendala adalah lama proses simulcast. Lama proses simulcast juga terbagi lagi menjadi 2 wilayah, yaitu wilayah ” ekonomi maju” dan wilayah ” ekonomi kurang maju”. Sehingga dari hal tersebut bisa terlihat siap atau tidaknya masyarakat dan penyelenggara, dengan begitu ketika beralih sepenuhnya ke era TV Digital tidak terjadi kesenjangan.
        2. Cliff Spot dan Blank Spot
Secara teknis, masih sering terjadi cliff effect dan blank spot. Cliff effect dan blank spot adalah ketidakstabilan penerimaan sinyal digital yang lemah sehingga menyebabkan siaran terputus-putus/patah-patah atau bahkan tdak ada gambar jika pesawat televisi tidak memperoleh sinyal sama sekali.
        3. Kerugian Teknis
Hal ini ditakutkan terjadi pada lembaga pengelolaan penyiaran. Kerugian yang terjadi dikarenakan setelah imigrasi ke TV Digital, penyiaran akan dipancarkan oleh penyiaran multiplesking. Yang akan berimbas kepada pemancar televisi lokal yang tidak digunakan lagi.
        4. Keahlian SDM Dalam Mengoperasikan Alat
Dalam hal ini masyarakat dituntu untuk dapat menghandle alat jika sampai terjadi kerusakan. SDM harus bersinergi dengan teknologi. Karena TV Digital ini menggunakan banyak aplikasi di dalamnya. Yang sayangnya, dimana saat ini masih belum tersedian SDM yang paham akan kebaruan teknologi tersebut. Dampak inilah yang jika tidak diantisipasi dari awal akan menyebabkan kesenjangan keahlian, terutama untuk institusi media-media kecil yang secara finansial belum siap mencari tenaga kerja baru maupun memberi pelatihan pada operatornya.

SEJARAH SANTO/SANTA PELINDUNG

NAMA : ALOYSIUS RIANDIKA HERMAWAN 

KELAS : 1IA17

NPM : 50420149

                                                    

                                                                         SANTO ALOYSIUS GONZAGA

Aloysius (Luigi) Gonzaga, santo pelindung pemuda pemudi Katolik, . Aloysius Gonzaga, yang biasanya dipanggil Luigi, lahir di Castiglione delle Stiviert, Italia Utara pada tanggal 9 Maret 1568. Castiglione. Karena ia begitu penuh semangat hidup, ayahnya berangan-angan agar kelak ia menjadi seorang perwira militer yang hebat. Aloysius Gonzaga, yang biasanya dipanggil Luigi, lahir di Castiglione delle Stiviert, Italia Utara pada tanggal 9 Maret 1568. Ia berasal dari sebuah keluarga bangsawan yang berkuasa dan kaya raya. Ketika berumur 9 tahun, putera tertua dari Marchese Ferrante ini mengikuti pendidikan di istana keluarga Fransesco de Medici di Florence.

Selama berada di istana de Medici, ia mulai menyadari panggilan ilahi dalam dirinya.  . Dalam situasi ini ia dengan berani mengikrarkan kaul kemurnian hidup dan berjanji akan menjaga kesucian dirinya. Kaul ini diikrarkannya selagi berusia 10 tahun (1578). Di kemudian hari, ia sendiri mengatakan bahwa ia telah memutuskan menjalani kehidupan religius pada umur 7 tahun. Pada tahun 1580, ia menerima Komuni Kudus pertama dari Uskup Agung Milan, Karolus Borromeus.Ketika Aloysius berumur enam belas tahun, ia memutuskan untuk masuk biara Serikat Jesus. Ayahnya sangat menentang keinginannya itu. Tetapi, setelah tiga tahun, akhirnya ia mengijinkannya juga.

Pada usia 23 tahun, ketika terlibat aktif dalam perawatan orang-orang sakit korban wabah pes di Roma, ia sendiri terserang penyakit berbahaya itu. Akhirnya ia meninggal setelah tiga bulan menderita, pada tanggal 21 Juni 1591, hari terakhir Oktaf Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Ia dikuburkan di Annunziata dekat Kolose Roma. Jenazahnya kemudian dipindahkan ke Gereja Santo Ignatius.

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK

“ RELASI KU DENGAN TUHAN “



Nama                           : Aloysius Riandika Hermawan

NPM                           : 50420149

Kelas                           : 1IA17

Dosen Pembimbing     : Erma Triwati Ch

 

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

PTA 2020/2021





DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................................................ i

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang................................................................................................................................. 3

1.2  Rumusan Masalah............................................................................................................................. 3

1.3  Tujuan............................................................................................................................................... 3

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sakramen........................................................................................................................ 4
2.2 Tujuan Sakramen.............................................................................................................................. 4
2.3 Jenis Jenis Sakramen......................................................................................................................... 4
2.4 Bagaimana Membangun Relasi Dengan Tuhan................................................................................ 6

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................................8





BAB I

 PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

 

Didalam Gereja Katolik terdapat 7 sakramen yang diakui yaitu : Baptis, Ekaristi, Penguatan, Sakramen Tobat,, Sakramen Pengurapan, Sakramen Pernikahan dan Sakramen Tahbisan. Ketujuh sakramen ini merupakan ekspresi dan kinerja gereja, yang dikuduskan sebagai sakramen yang dibuat oleh Yesus Kristus untuk kehidupan manusia, dan ketujuh sakramen ini juga merupakan tanda keselamatan.  Dibandingkan dengan sakramen-sakramen lainnya, Ekaristi adalah sakramen yang paling istimewa atau tertinggi, karena dalam Ekaristi ini kita dipersatukan dengan Tuhan. Ketika sakramen-sakramen lain berisi anugerah Tuhan, Ekaristi mempersembahkan Tuhan yang dikorbankan dan dikonsumsi untuk kehidupan dan perkembangan gereja kepada Tuhan. Ekaristi adalah memori kematian dan kebangkitan Tuhan, karena tanggal salib telah diabadikan, dan kesatuan umat Tuhan telah diproduksi dan tubuh Kristus telah selesai.

Dalam sakramen-sakramen itu para “pilihan” diikutsertakan dalam misteri Paska Kristus, mereka mati terhadap dosa,sehingga manusia lama dikuburkan, dan mereka bangkit bersama Kristussebagai manusia baru, dilahirkan kembali dan diangkat sebagai anak Allah.

1.2   Rumusan Masalah

 

1.      Bagaimana pengertian dari sakramen ?

2.      Bagaimana membangun relasi dengan Tuhan serta mendalami arti dari tiap sakramen yang kita terima ?

 

1.3   Tujuan Penulisan

 

1.      Untuk mengetahui pemahaman tentang sakramen beserja jenis jenisnya.

2.      Untuk bisa membangun relasi dengan Tuhan serta dapat mengerti arti sakramen.





BAB II

PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Sakramen

Kata sakramen berasal dari bahasa Latin Sacramentum, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan yang kudus atau yang ilahi. Sakramen juga berarti tanda keselamatan Allah yang diberikan kepada Manusia

“Untuk mengkuduskan manusia, membangun Tubuh Kristus dan akhirnya mempersembahkan  ibadat kepada Allah”(SC 59).

Karena Sakramen sebagai tanda dan sarana keselamatan, maka menerima dan memahami sakramen hendaknya ditempatkan dalam kerangka iman dan didasarkan kepada iman. Sakramen biasanya diungkapkan dengan kata-kata dan tindakan. Maka sakramen dalam Gereja Katolik mengandung 2 (dua) unsur hakiki yaitu :

Forma artinya kata-kata yang menjelaskan peristiwa ilahi

Materia artinya barang atau tindakan tertentu yang kelihatan.[1]

 

2.2   Tujuan Sakramen

Tujuan sakramen adalah menghadirkan Allah kepada manusia. Melalui sakramen, manusia mampu sampai ke hadirat Allah. Hal ini karena di dalam sakramen, Allah hadir. Ketika manusia lahir akan menerima sakramen baptis; ketika manusia lapar maka perlu makan dan minum, ia akan menerima sakramen ekaristi; ketika dewasa akan menerima sakramen krisma; ketika nikah akan menerima sakramen perkawinan; ketika memberikan kesaksian dalam jabatan akan menerima sakramen imamat; ketika manusia jatuh dalam kesalahan/dosa manusia butuh pengampunan maka ia akan menerima sakramen tobat, dan ketika manusia sakit, ia perlu kesembuhan, itu ada dalam sakramen pengurapan orang sakit. Dari ketujuh sakramen itu ada hanya ada tiga sakramen yang diterima sekali saja, yaitu Sakramen Baptis, Krisma dan Imamat. Ketiga sakramen ini memiliki efek permanen, dan meninggalkan semacam tanda spiritual yang tetap pada diri seseorang.. Untuk Sakramen Ekaristi dan Tobat bisa diterima berkali-kali, tidak ada batasan. Sakramen Perkawinan hanya boleh diterima satu kali saja, kecuali salah satu dari pasangan itu meninggal dunia. Untuk Sakramen Pengurapan Orang Sakit, bisa diterima ketika seseorang mulai terancam bahaya sakit keras.[2]

 

2.3   Jenis - Jenis Sakramen

 

1.     SAKRAMEN PEMBATISAN

Sakramen baptis adalah sakramen pertama yang diterima oleh seorang yang hendak menjadi anggota Gereja Katolik. Sakramen baptis adalah sakramen pertama dalam inisiasi Katolik. Inisiasi adalah penerimaan seseorang masuk ke dalam atau menjadi anggota kelompok tertentu. Pembaptisan membebaskan penerimanya dari dosa asal serta semua dosa pribadi dan dari hukuman akibat dosa-dosa tersebut, dan membuat orang yang dibaptis itu mengambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Allah melalui “rahmat yang menguduskan” (rahmat pembenaran yang mempersatukan pribadi yang bersangkutan dengan Kristus dan Gereja-Nya). Pembaptisan juga membuat penerimanya mengambil bagian dalam imamat Kristus dan merupakan landasan komunio (persekutuan) antar semua orang Kristen. Pembaptisan menganugerahkan jasa-jasa wafat Kristus di salib ke dalam jiwa kita, serta membersihkan kita dari dosa. Pembaptisan menjadikan kita anak-anak Allah, saudara-saudara Kristus, dan kanisah Roh Kudus. Pembaptisan hanya diterimakan satu kali untuk selamanya namun meninggalkan meterai rohani yang tidak dapat dihapuskan.[3]

 

2.     SAKRAMEN EKARISTI

(Perayaan) Ekaristi diimani sebagai “sumber dan puncak” kehidupan Kristiani. Di dalamnya terdapat  tindakan pengudusan yang paling istimewa oleh Allah kepada umat beriman karena terdapat kehadiran (dan pengorbanan) Yesus Kristus dalam rupa Tubuh dan Darah-Nya atau Sakramen Ekaristi.  Ekaristi juga menjadi  tindakan penyembahan yang paling istimewa oleh umat beriman kepada Allah.  Ekaristi juga menjadi representasi umat beriman terhubung dengan liturgi di surga. Betapa pentingnya sakramen ini sehingga partisipasi dalam perayaan Ekaristi (Misa) dipandang sebagai kewajiban pada setiap hari Minggu dan hari raya khusus, serta dianjurkan untuk hari-hari lainnya.[4]

 Sakramen Ekaristi disebut juga Sakramen Maha Kudus atau Komuni Kudus. Ekaristi bukanlah sekedar lambang belaka, tetapi adalah sungguh Tubuh, Darah, Jiwa dan Keallahan Yesus Kristus.Dalam mukjizat Perayaan Ekaristi, imam mengkonsekrasikan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus dengan kata-kata penetapan yang diambil dari Kitab Suci: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”.[5]

 

3.     SAKRAMEN PENGUATAN/KRISMA

Sakramen Krisma merupakan tanda kedewasaan iman seseorang. Penerimaan sakramen Krisma melengkapi rahmat pembaptisan, dan menyempurnakan inisiasi. Melalui sakramen Krisma, seseorang diikat secara kebih kuat dan sempurna dengan Gereja serta diperkaya dengan daya kekutan Roh Kudus. Konsekuensi dari sakramen Krisma adalah tanggung jawab iman dan semakin wajib untuk menyebarluaskan dan membela iman sebagai saksi Kristus. Sakramen Krisma memiliki dasar Kitab Suci dari Kis 8:16-17, "Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima RohKudus".[6]

4.     SAKRAMEN TOBAT

Sakramen pengampunan dosa atau rekonsiliasi adalah salah satu dari dua sakramen penyembuhan (KGK 1423–1424). Sakramen ini adalah sakramen penyembuhan rohani dari seseorang yang telah dibaptis yang terjauhkan dari Allah karena telah berbuat dosa. Gereja melalui mereka yang memiliki kuasa para rasul, menjadi saluran rahmat pengampunan dan pendamaian Allah dalam sakramen pengakuan dosa atau sakramen tobat. Yang dituntut dalam sakramen tobat bukan sekedar rasa sesal dan air mata, melainkan “metanoia” atau perubahan hati dan seluruh sikap hidup. Yang diminta Allah dari manusia adalah niat baik dan usaha pertobatan yang dilakukan manusia. Allah selalu siap menerima orang yang bertobat.[7]

5.     SAKRAMEN PENGURAPAN

Melalui sakramen ini, Tuhan ingin hadir dekat dengan si sakit, melalui Perantaraan Pelayan Gereja. Tanda lahiriah yang meneguhkan itu diharapkan akan menumbuhkan/menguatkan Iman si sakit. Tanda itu terdiri dari penumpangan tangan (tanda perlindungan, penghiburan dan penguatan) dan pengurapan dengan minyak (tanda kedekatan yang meringankan, Tanda Roh Kudus yang menyerupakan Manusia dengan Kristus [Kristus: yang Terurapi] ). Bantuan Tuhan melalui kekuatan Roh-Nya hendak membawa orang sakit menuju kesembuhan jiwa, tetapi juga menuju kesembuhan badan, kalau itu sesuai dengan kehendak Allah. Dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuninya (Mrk 6:13, Yak 5:14-15). Dengan Menerima Sakramen ini si sakit mau menggabungkan penderitaannya bersama penderitaan Yesus, sehingga jalan salib yang ditempuh si sakit menjadi jalan menuju Paska, dan bila memang kehendak Penyelenggaraan Ilahi maka si sakit bisa kembali sembuh dan pulih seperti sediakala.[8]

6.     SAKRAMEN PERNIKAHAN

Sakramen Pernikahan  adalah suatu sakramen yang mengkonsekrasi penerimanya (pasangan pria dan wanita) untuk suatu misi khusus dalam pembangunan Gereja dan menganugerahkan rahmat demi perampungan misi tersebut. Sakramen ini, yang dipandang sebagai suatu tanda cinta-kasih yang menyatukan Kristus dengan Gereja, menetapkan di antara kedua pasangan suatu ikatan yang bersifat permanen dan eksklusif, yang dimeteraikan oleh Allah. Pernikahan sah sakramental  antara seorang pria yang sudah dibaptis dan seorang wanita yang sudah dibaptis dan telah disempurnakan dengan persetubuhan, tidak dapat diceraikan dan bersifat monogam. Karena  mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Demi kesahan suatu pernikahan, seorang pria dan seorang wanita harus (1) terbebas dari halangan nikah, (2)  ada konsensus atau kesepakatan kedua belah pihak. Masing-masing calon  mengutarakan niat dan persetujuan-bebas (persetujuan tanpa paksaan) untuk saling memberi diri seutuhnya, tanpa memperkecualikan apapun dari hak-milik esensial dan maksud-maksud perkawinan.  (3) Dirayakan dalam “forma canonika” (Kan. 1108-1123)  atau tata peneguhan.  Suatu perkawinan harus dirayakan dihadapan tiga orang, yakni petugas resmi Gereja sebagai peneguh, dan dua orang saksi.[9]

7.     SAKRAMEN TAHBISAN

Sakramen Sakramen Imamat diterima oleh seseorang sekali seumur hidup. Dengan sakramen ini maka seorang manusia diangkat untuk mengabdikan hidupnya sebagai citra Kristus. jelaslah bahwa sakramen imamat memiliki dasar kitab suci dan sakramen imamat akan lebih jelas lagi bila Tradisi Suci yang menjelaskannya. berikut komentar Teolog Besar Gereja Katolik "Kristus adalah sumber setiap imamat; karena imam hukum [lama] citranya. Tetapi imam Perjanjian Baru bertindak atas nama Kristus" (Thomas Aquino, s.th 3,22,4).

 Imamat ini adalah satu pelayanan. “Adapun tugas yang oleh Tuhan diserahkan kepada para gembala umat-Nya itu, sungguh-sungguh merupakan pengabdian” (LG 24). Ia ada sepenuhnya untuk Allah dan manusia. Ia bergantung seutuhnya dari Kristus dan imamat-Nya yang satu-satunya dan ditetapkan demi kesejahteraan manusia dan persekutuan Gereja. Sakramen Tahbisan menyampaikan “satu kuasa kudus”, yang tidak lain dari kuasa Kristus sendiri. Karena itu, pelaksanaan kuasa ini harus mengikuti contoh Kristus, yang karena cinta telah menjadi hamba dan pelayan untuk semua orang.[10]

 

2.4  Bagaimana Membangun Relasi Dengan Tuhan

Padahal, bagi umat Kristiani, berkomunikasi dengan Tuhan atau menjalin hubungan adalah syarat terpenting dalam kehidupan Kristiani. Karena dengan menjaga hubungan yang intim dengan Tuhan atau hidup akrab dengan Tuhan dan berinteraksi dengan Tuhan, umat manusia akan dapat mengenal.. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa umat manusia tidak ada yang dapat dibanggakan, karena umat manusia terbatas dan rapuh. Jadi bagaimana tepatnya kita dapat mempertahankan hubungan yang dekat dengan Tuhan? Kita hanya perlu memahami empat poin di bawah ini, dan hubungan dengan Tuhan pasti akan menjadi lebih dekat : [11]

1.      Berdoa kepada Tuhan dengan Hati yang Jujur dan Digerakkan oleh Roh Kudus

Doa adalah saluran yang melaluinya kita berkomunikasi dengan Tuhan. Melalui doa, hati kita lebih mampu untuk menjadi tenang di hadapan Tuhan, untuk merenungkan firman Tuhan, mencari kehendak-Nya dan membangun hubungan yang normal dengan Tuhan. Tetapi dalam kehidupan, karena sibuk dengan pekerjaan atau tugas-tugas rumah tangga, kita sering sekadar melakukan rutinitas dalam doa, dan hanya memperlakukan Tuhan secara acuh tak acuh dengan mengucapkan beberapa kata dengan asal-asalan.

Membuka hati kita kepada Tuhan tidak ada hubungannya dengan seberapa banyak kita berkata-kata kepada-Nya, atau apakah kita menggunakan kata-kata yang semarak atau bahasa yang indah. Selama kita membuka hati kita kepada Tuhan dan memberi tahu Dia tentang keadaan kita yang sebenarnya, mencari bimbingan dan pencerahan-Nya, maka Tuhan akan mendengarkan kita bahkan jika kita hanya mengucapkan beberapa kata sederhana.

 

2.      Saat Membaca Firman Tuhan, Renungkanlah Dengan Hatimu dan Engkau Akan Memahami Makna Sejatinya

Bagaimanakah cara kita membaca firman Tuhan agar dapat mencapai hasil yang baik sekaligus membuat hubungan dengan Tuhan menjadi lebih dekat? Firman Tuhan mengatakan: "Orang percaya kepada Tuhan, mengasihi Dia, dan memuaskan Dia dengan cara menyentuh Roh Tuhan dengan hati mereka, sehingga memperoleh kepuasan-Nya; saat merenungkan firman Tuhan dengan hati mereka, mereka pun digerakkan oleh Roh Tuhan oleh karenanya". Hanya dengan membaca firman Tuhan dengan cara ini, usaha kita akan membuahkan hasil dan kita akan lebih dekat kepada Tuhan. Karena itu, ketika membaca firman Tuhan, kita harus menenangkan hati dan menggunakan hati kita untuk merenungkan mengapa Tuhan mengatakan hal-hal seperti itu, apakah kehendak Tuhan dan apakah hasil yang ingin dicapai Tuhan bersama kita dengan mengatakan hal-hal seperti itu.

 

3.      Carilah Kebenaran dan Lakukanlah Firman Tuhan dalam Segala Hal

Hal yang paling penting bagi orang Kristen untuk mempertahankan hubungan yang normal dengan Tuhan adalah dengan mencari kebenaran ketika mereka menghadapi masalah dan melakukan sesuai dengan firman-Nya. Firman Tuhan berkata: "Tidak peduli apa yang engkau lakukan, tidak peduli seberapa besar masalahnya, dan terlepas apakah engkau melakukan tugasmu dalam keluarga Tuhan atau apakah ini adalah masalah pribadimu, engkau harus mempertimbangkan apakah masalah ini sesuai dengan kehendak Tuhan, apakah masalah ini sesuatu yang seharusnya dilakukan seseorang dengan kemanusiaan, dan apakah yang engkau lakukan akan membuat Tuhan bahagia atau tidak. Engkau harus memikirkan hal-hal ini. Jika engkau melakukan dengan cara ini, engkau adalah orang yang mencari kebenaran dan orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan" . "Jika engkau tetap berada di dalam firman-Ku, engkau adalah sungguh-sungguh murid-Ku" (Yohanes 8:31). Kita harus selalu mencari kebenaran dan memahami kehendak Tuhan, melihat bagaimana menangani masalah dengan cara yang memenuhi tuntutan Tuhan, menggunakan kebenaran untuk menyelesaikan semua masalah yang mungkin kita hadapi dan mempertahankan hubungan normal kita dengan Tuhan.

 

4.      Datanglah di hadapan Tuhan dan Refleksikan Diri Sendiri Setiap Hari, dan Peliharalah Hubungan Baikmu dengan Tuhan

 

Melalui refleksi, kita dapat melihat bahwa kita memiliki begitu banyak kekurangan dan bahwa kita terlalu jauh dari kriteria yang dituntut Tuhan. Karena itu motivasi untuk mengejar kebenaran muncul dalam diri kita, kita bertekad untuk meninggalkan daging dan berupaya yang terbaik untuk melakukan sesuai dengan firman Tuhan. Melalui refleksi diri, kita dapat melihat bahwa masih ada banyak area dalam pelayanan kita kepada Tuhan di mana kita memberontak, dan bahwa kita masih memiliki banyak watak rusak yang mengharuskan kita untuk tetap terus-menerus mencari kebenaran agar semua masalah itu dapat terselesaikan. Jika kita tidak dapat sering datang di hadapan Tuhan dan merefleksikan diri kita sendiri, kita akan gagal mengenali kerusakan dan kekurangan kita sendiri dan tetap menganggap bahwa diri kita adalah orang-orang yang mengejar kebenaran. Refleksi diri sangat bermanfaat bagi perkembangan hidup kita, dan itulah kunci yang tidak bisa kita abaikan untuk mendekat kepada Tuhan. Begitu kita mulai melakukan ini, pengejaran kita akan lebih terarah dan akan lebih bermanfaat untuk membangun hubungan yang normal dengan Tuhan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

1.      http://yakobus.or.id/apa-arti-dan-makna-sakramen/

2.      http://kmk.dinamika.ac.id/apa-pengertian-sakramen/

3.      https://www.kaj.or.id/dokumen/sakramen-sakramen/sakramen-baptis

4.      https://www.kaj.or.id/dokumen/sakramen-sakramen/sakramen-ekaristi

5.      http://yakobus.or.id/apa-arti-dan-makna-sakramen/

6.      https://www.kaj.or.id/dokumen/sakramen-sakramen/sakramen-krisma

7.      https://www.kaj.or.id/dokumen/sakramen-sakramen/sakramen-pengakuan-dosa

8.      http://www.imankatolik.or.id/sakramenperminyakan.html

9.      https://www.kaj.or.id/dokumen/sakramen-sakramen/sakramen-pernikahan

10.  https://www.kaj.or.id/dokumen/sakramen-sakramen/sakramen-tahbisan

11.  https://alkitabonline.org/cara-membangun-hubungan-dengan-Tuhan.html

 

Profil

 Kenalin gua aloysius riandika hermawan biasa dipanggil aloy atau dika. Gua tinggal di bekasi utara dan gua lulusan sman 10 bekasi. Gue lahir di bekasi tanggal 31 mei 2002. Salam kenal ya buat kalian semuaa yang mengunjungi blog diriku ini. Pesan gua kuliah yg bener ya lu pada, kasian ortu lu dah bayar mahal :) Sekian dari gua.