KESIMPULAN JURNAL " Perancangan Website Sistem Informasi Kebudayaan Betawi "

 

·       Jelaskan kaitan atau pengaruh keberagaman budaya terhadap web content

è Keterkaitan serta pengaruh keberagaman budaya terhadap web content adalah budaya budaya yang telah ada sebelumnya saat ini semakin luntur oleh derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang membuat kebudayaan tersebut menjadi terlupakan sehingga di zaman sekarang untuk bisa mempertahankan dan melestarikan budaya tersebut harus mengikuti perkembangan zaman pada saat ini. Untuk bisa menghidupkan kembali kita dapat menggunakan teknologi seperti adanya web content mengenai keberagaman suatu budaya yang ada di Indonesia. Saat ini memang masih sedikit web yang memperkenalkan suatu kebudayaan yang ada di Indonesia, begitu juga dengan upaya pemerintah sendiri untuk bisa mengenalkan melalui web atau situs pemerintah  yang konten didalamnya berisi tentang kebudayaan dari daerah tersebut.

 

·       Kesimpulan Jurnal

è Seiring dengan adanya globalisasi dan keterbukaan informasi yang di dalamnya termasuk juga serbuan informasi dan budaya asing baik itu budaya lokal dari daerah Indonesia sendiri atau budaya asing dari belahan dunia lain. Mulai lunturnya kebudayaan Betawi menjadi persoalan yang memprihatinkan, terlebih kota Jakarta menjadi salah satu daerah asal muasal warga Betawi. Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahasa Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Kata Betawi sebenarnya berasal dari kata "Batavia," yaitu nama kuno Jakarta yang diberikan oleh Belanda.

Secara perlahan Budaya Betawi dikhawatirkan tersisih ditambah lagi dengan semakin meningkatnya kemajuan teknologi di era modernisasi ini, tantangan yang dihadapi dalam begitu besar dalam pelestariannya.  Hal ini dapat menyebabkan lunturnya kebudayaan betawi sehingga tidak tampak lagi sebagai cerminan budaya yang khas di kota Jakarta. Efek yang ditimbulkan seiring dengan perkembangan teknologi bisa berupa efek negatif bagi kebudayaan contohnya anak-anak pada zaman sekarang sudah sangat jarang yang kita temui yang masih melakukan permanainan tradisional, mereka terpengaruh dengan munculnya permainan digital seiring dengan semakin canggihnya suatu teknologi. Hal tersebut dapat menjadi salah satu unsur mengapa kebudayaan Betawi mulai luntur tergerus arus globalisasi. Namun hal tersebut dapat juga dapat memberikan dampak positif apabila kita memanfaatkan teknologi.

Untuk menghidupkan kembali budaya betawi yang mulai luntur kita dapat menggunakan teknologi sekarang yang sudah berkembang yaitu internet, dimana kita dapat melakukan perancangan website sistem infomasi kebudayaan betawi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu pemerintah dalam menghidupkan kembali kebudayaan Betawi ditengah-tengah masyarakat agar kebudayaan Betawi tetap lestari dan juga dapat mempromosikan kembali kebudayaan Betawi kepada masyarakat luas bahkan seluruh dunia dapat mengakses informasi tersebut melalui internet.

KESIMPULAN JURNAL “Penggunaan User-Generated Content Dalam Promosi Wisata Putrajaya”

 

KESIMPULAN JURNAL

“Penggunaan User-Generated Content Dalam Promosi Wisata Putrajaya”

User Generated Content (UGC) atau Konten Buatan Pengguna adalah sebuah konten yang merujuk pada mengirimkan, meninjau, dan menanggapi produk atau layanan yang dibuat  oleh pengguna dan umumnya diunggah di media sosial atau platform lainnya. Menurut Litvin  (2008), survei di situs internet atau media sosial memainkan peran yang semakin penting dalam proses pengambilan keputusan konsumen. Hampir 75% wisatawan menggunakan internet semua perjalanan (Hock, 2007). Penelitian De Ascaniis dan Morasso (2011) menunjukkan bahwa UGC menjadikannya penting untuk reputasi destinasi karena bertentangan dengan bentuk media dan pemasaran tradisional karena konten diproduksi oleh konsumen dan bukan pemasar. Ozlem Alikilic (2008) menyatakan, itu akan sangat penting ketika situs web UGC seperti industri sudah memiliki pandangan dan komentar “baik/buruk” dengan agen perjalanan online. Ini dimulai dengan keberadaan situs UGC TripAdvisor ketika mereka memiliki sekitar 10 juta ulasan perjalanan, 5 juta anggota terdaftar, dan masing-masing 25 juta pengunjung bulan (TripAdvisor 2017), TripAdvisor sekarang menjadi situs web perjalanan paling popular dengan konten buatan pengguna situs ini memberikan pandangan yang baik/buruk dan membangun respon serupa dari banyak operator hotel sebagai agen perjalanan. Penelitian tentang pengalaman pengunjung semakin banyak digunakan sebagai sumber alternatif. Masalah ini termasuk, antara lain, buku pengunjung museum, kartu komentar, papan umpan balik, foto pengunjung, sistem informasi geografis, dan media social. Komen dan ulasan pengunjung spontan yang datang dari sumber alternatif ini memberikan pandangan spesifik tentang pengalaman pengunjung. Peneliti menemukan bahwa pengunjung lebih memilih ulasan digital untuk kenyamanan penggunaan, aksesibilitas, pendekatan, kebebasan berbicara, dan integrasi melalui komunikasi yang ada.

Sejarah dan Perkembangan Web 2.0

 

Sejarah dan Perkembangan 2.0

Pada tahun 2003 Web 2.0 dipelopori oleh O'Reilly Media, kemudian sekitar tahun 2004, web 2.0 mulai dikembangkan dengan menyatukan teknologi-teknologi gabungan dari HTML, XML, CSS, JavaScript, dan AJAX. HTML dan CSS digunakan untuk mempercantik tampilan web. XML digunakan untuk mendefinisikan format suatu data.

Web 2.0 merupakan perbaikan dari Web 1.0 dimana pada Web 1.0 apabila pengguna ingin mengakses suatu web maka pengguna harus datang mengunjungi alamat web yang ingin diakses terlebih dahulu untuk dapat mengakses web tersebut sedangkan pada web 2.0 apabila pengguna ingin mengakses suatu web maka pengguna tidak perlu datang mengunjungi alamat web yang ingin diakses karena pengguna dapat melakukannya dengan cara mengklik link yang telah tersedia untuk web yang ingin pengguna kunjungi, contohnya pada saat pengguna sedang mengakses situs jejaring social seperti facebook dan pengguna ingin mengunjungi web tertentu maka pengguna tidak perlu membuka web tersebut tetapi pengguna dapa langsung meng-klik link yang ada di facebook yang ditujukan pada web yang ingin pengguna kunjungi. Selain itu web 2.0 sangat membantu pengguna untuk menggunakannya karena Web 2.0 telah dijalankan langsung di atas internet sehingga pengguna dapat menggunakannya kapanpun dan dimanapun pengguna berada dengan hanya langsung mengakses internet dan menggunakannya.

Yang menjadi kunci perbedaan dalam Web 2.0 dan Web 1.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan.

 

·       Keuntungan

Web 2.0 mempunyai keuntungan yaitu memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan. Kemampuan Web 2.0 juga dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, dan voice seperti layaknya aplikasi desktop, bahkan berlaku seperti sistem operasi, dengan menggunakan dukungan AJAX atau berbagai plug-in (API) yang ada di internet.

 

·       Implementasi Web 2.0

Seiring dengan berjalannya waktu, internet semakin dapat mengjangkau seluruh dunia dengan biaya yang semakin murah dan juga fitur dan kemampuan yang semakin banyak. Dengan implementasi teknologi seperti XML, AJAX, RSS, SOAP, WSDL, Topic Map, Semantic Web, web 2.0 muncul untuk memproses data lebih baik.

Website yang semakin dinamis dimana semua orang bisa membuat website dan halaman profil tertentu hanya dari satu website seperti Blogspot, WordPress, MySpace, Tumblr dan tidak lupa ada Friendster serta Facebook,

 

 

Android vs iOS

Beberapa tahun belakangan ini semenjak munculnya smartphone untuk pertama kali, kerap kali terjadi perdebatan manakah yang lebih baik antara Android atau Iphone yang menggunakan OS iOS. Tentu saja masing masing OS memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan Android dan Kekurangan Android

  •        Harga

Sebelum membeli smartphone kita pasti melihat harga. Untuk harga android sangat bervariatif dan lebih terjangkau, ada yang mulai dari 1 juta-an sampai yang 50 juta-an juga ada.

  •       Aplikasi

Seperti yang dikutip dari Statista, untuk Q4 pada 2019, Android user bisa memilih 2,57 juta aplikasi. Play store juga memiliki Aplikasi gratis yang berlimpah. Tetapi, biasanya game game atau aplikasi popular meluncur duluan di App Store, baru menyusul ke Android. Atau kadang malah gak muncul di Android sama sekali. Jadi dari segi aplikasi tidak ada yang dapat diunggulkan.

  •       Update OS

Ponsel Android kerap lama mendapat pembaruan sistem operasi. Sebagai contoh pembaruan Android 12 yang sudah meluncur 4 Oktober lalu hingga saat ini belum diterima oleh semua pengguna Android. Pasalnya, tiap pembuat ponsel membuat antarmuka sendiri, sehingga mereka perlu menyesuaikan pembaruan Google itu dengan antarmuka yang sudah mereka buat. Terkecuali untuk ponsel yang menggunakan Android One, ponsel ini akan langsung mendapat pembaruan begitu Google meluncurkan sistem operasi baru.

Kelebihan iOS dan Kekurangan iOS

  •        Harga

iPhone sendiri Apple merilisnya mulai dari 15 juta-an sampai 30 juta-an tergantung dari memory internal, besarnya layer, jumlah kamera dan spesifikasi teknis lainnya.

  •       Aplikasi

Seperti yang dikutip dari Statista, untuk Q4 pada 2019, untuk Apple App Store memiliki 1,84 juta aplikasi pilihan.Tetapi, biasanya game game atau aplikasi popular meluncur duluan di App Store, baru menyusul ke Android.

  •       Update OS
Dari sisi Pembaruan OS iOS menang telak. Dengan konsistensinya untuk update setiap tahun di tanggal yang sama, iPhone bakal bikin kita menunggu update update terbaru dari Apple.

Kemajuan Video Kamera Pada Smartphone dan Manfaatnya Bagi Para Pengguna di Era Ini

    Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, HandPhone yang kita gunakan sebagai alat komunikasi pun semakin canggih. Dan bahkan orang-orang menyebutnya dengan nama SmartPhone sekarang ini. Kamera adalah suatu hal yang wajib ada pada sebuah SmartPhone, dimana people nowadays *cie elaah sangat menyukai visualisasi. Dan untuk menyokong eksistensi mereka di media sosial maka dibutuhkan kamera SmartPhone yang memadai. Video kamera SmartPhone hari ini sudah sangat canggih, ada yang bisa merekam dengan resolusi HD atau High Definition atau bahkan sampai resolusi 4k yang dimana itu cukup untuk membuat sebuah film pendek. Mode perekaman yang ditawarkanpun sudah sangat beragam, bisa time-lapse, slow-motion, stop-motion dan masih banyak lagi. Dan zoomnya bahkan ada yang bisa sampai 100x!!! Lebih jauh ketimbang DSLR saya yang masih pakai lensa kit. 4 Jenis Kamera Smartphone :
1. Kamera makro

Yang pertama adalah kamera makro. Saat ini sudah banyak smartphone memiliki kamera makro.

Sama seperti fungsi lensa makro pada kamera DSLR, kamera smartphone dengan lensa makro milikmu sangat cocok untuk mengambil objek yang berukuran kecil.

Cara maksimal menggunakan kamera makro adalah dengan memotret objek dari jarak dekat supaya mendapatkan detail fokus yang tinggi. Bila rasio makro yang dimiliki adalah 1:1 maka akan menyebabkan besar gambar sama dengan ukuran asli objek.

2. Kamera wide

Sesuai dengan namanya, kamera wide dapat menunjang pengambilan foto dengan jangkauan sudut yang luas. Dalam satu kali jepret, kamera wide dapat menangkap banyak informasi dari sebuah foto.

Jenis foto yang cocok untuk mengambil gambar dengan kamera wide adalah lanskap. Ditambah dengan sense sebagai fotografer, pengambilan gambar dengan kamera wide dapat dilakukan dengan baik sehingga hasil foto lanskap akan lebih apik dan dramatis.

3. Kamera telephoto


Lensa telephoto pada kamera smartphone milikmu dirancang khusus untuk mengambil objek secara detail.

Foto ‘bokeh’ yang berfokus pada objek dengan efek blur pada latar dapat dihasilkan oleh kamera telephoto.

Selain itu, kamera jenis ini juga mempunyai kemampuan yang baik dalam mengambil foto dari jarak jauh.

Teknologi zoom dengan kamera telephoto dapat menangkap foto jarak jauh yang menghasilkan perspektif alami tanpa distorsi.

4. Kamera ultrawide

Kamera ini adalah versi lain dari kamera wide. Ya, ultrawide dapat menangkap gambar dengan jangkauan yang lebih luas dibanding wide.

Kamera ultrawide dengan spesifikasi megapiksel tinggi akan menghasilkan foto dengan jarak lebih luas dan gambar yang tajam.

Penggunaan kamera ultrawide sangat cocok untuk mengambil gambar pemandangan seperti pantai dan gunung atau foto banyak orang dalam satu kali jepret.


    Dengan beragam fitur yang ditawarkan tersebut, maka akan sangat bermanfaat bagi penggelut industri media. Dimana industri media sekarang sedang hangat. Pun kecanggihan kamera video pada SmartPhone pun berguna untuk masyarakat umum seperti saya dan sebagian besar dari anda. Kita bisa merekam momen kekeluargaan, pertemanan, persaudaraan, dan per-peran yang lainnya dengan kamera SmartPhone kita.

    Bukan berarti teknologi yang maju tidak memiliki efek samping. Contohnya penyebaran video porno menjadi lebih marak, karena orang bisa dengan mudah merekam adegan seks mereka dan mengunggahnya ke publik. Selain itu privasi adalah hal yang sangat mahal sekarang ini, dengan berkembangnya kamera video pada SmartPhone maka orang bisa dengan mudah untuk merekam kegiatan orang lain tanpa sepengetahuan orang tersebut. Yang dimana itu melanggar privasi seseorang. Oleh karena itu tanamkanlah pada diri anda masing-masing untuk tidak melanggar privasi orang lain, supaya kita bisa hidup dengan merasa aman.

Kemajuan Musik Digital dan Pengaruhnya pada Generasi Muda Saat Ini

Teknologi musik adalah istilah yang merujuk pada segala bentuk teknologi yang terlibat dengan seni music, khususnya penggunaan perangkat elektronik dan perangkat lunak komputer untuk memfasilitasi pemutaran, rekaman, komposisi, penyiapan dan penampilan.Selain itu, teknologi musik meliputi aspek teknis dan ilmiah musik seperti ilmu akustik, pemrograman, musik psikologi/sosiolog dan praktik bisnis industri musik. Maraknya peralihan teknologi analog ke digital tidak hanya berlaku pada dunia telekomunikasi dan media cetak, tetapi juga pada media siaran dan rekaman (audio) termasuk musik digital. 

Musik Digital adalah reproduksi suara dari sinyal digital yang telah dirubah ke asalnya menjadi sinyal analog. Sebelum terkenalnya musik digital, musik analog adalah media umum dalam musik. Proses perekaman musik analog lebih rumit dan prosesnya lebih lama dibandingkan proses perekaman dengan media digital. Pada Musik Digital, proses rekaman dengan mengandalkan rekaman digital menggunakan alat musik asli secara terpisah seperti gitar akustik, drum, dan lain-lain. Kemudian dilakukan penggabungan atau mixing untuk harmonisasi musik memakai software yang tersedia seperti Music Instrument Digital Interface atau Adobe Audition. 

Dengan hadirnya berbagai format musik digital secara tidak sadar telah mengubah kebiasaan manusia dalam mendengarkan musik kesukaan. Jika biasanya mendengarkan musik melalui media berupa CD dan CD Player, maka kini cukup hanya mengunduh lewat internet maupun lewat platform musik digital seperti JOOX, Spotify dan lain lain.

Apakah pengaruh musik digital pada generasi muda saat ini? Pengaruh utama saat ini adalah semakin memudahkan generasi muda saat ini akan dengan mudah mengakses musik. Begitupun menciptakan musik menjadi lebih mudah, karena untuk mempublikasikan karya mereka tidak perlu membawa 'demonstrasi' lagu ke label-label besar untuk dipasarkan. Kemudian juga memudahkan mereka dalam melakukan perekaman musik dalam era Musik Digital ini. Dikarenakannya semakin minim alat-alat yang digunakan dalam perekaman, maka alat-alat tersebut tergantikan dengan adanya software yang berfungsi sama dengan adanya alat-alat tersebut.

Aliran musik pun menjadi lebih variatif berkat digitalisasi ini. Dengan menambahkan efek pada rekaman,  Dibalik banyaknya manfaat dari digitalisasi musik, terdapat juga beberapa efek buruk dari mudahnya akses dari musik itu sendiri. Seperti, anak anak kecil yang mendengarkan lagu yang mengandung konten yang bukan anak-anak. Kemudian banyak juga lagu lagu yang mengandung sara dapat kita temukan tersebar di internet.

TELEVISI ANALOG VS TELEVISI DIGITAL

SEJARAH PERKEMBANGAN TELEVISI ANALOG & TELEVISI DIGITAL

 A. SEJARAH 

Teknologi mengalami evolusi sejak bertahun-tahun lalu, dimulai dari teknologi sederhana dan kemudian berkembang menjadi lebih canggih seiring dengan perkembangan zaman dan peningkatan kebutuhan manusia. Salah satu perkembangan teknologi yang kentara adalah pada produk menampil tayangan hiburan atau lebih dikenal sebagai televisi (TV), televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.. Dibalik semua itu tentu ada proses yang membawa televisi kini menjadi elektronik yang canggih. Dalam penemuannya, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. 

Sejarah awal terciptanya televisi dimulai dari ditemukannya Gelombang Elektromagnet oleh ilmuwan Joseph Henry dan Michael Faraday pada tahun 1831, kemudian pada tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman, mematenkan sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow, sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang yang disusun secara spiral ke pusat cakaram yang digunakan dalam proses perasteran. Setiap lubang cakram diposisikan dengan selisih sudut yang sama agar dalam setiap putarannya cakram tersebut dapat meneruskan cahaya melalui setiap lubang hingga mengenai lapisan selenium peka cahaya yang menghasilkan denyut elektrik. Namun, alat tersebut hanya dapat memancarkan gambar "halftone" dikarenakan lubang dengan posisi tertentu dengan ukuran berbeda-beda melalui kabel telegraf atau telepon. Penemu asal Skotlandia, John Logie Baird berhasil menunjukan cara pemancaran gambar-bayangan bergerak di London pada tahun 1925, diikuti gambar bergerak monokrom pada tahun 1926. Cakram pemindai Baird dapat menghasilkan gambar beresolusi 30 baris (cukup untuk memperlihatkan wajah manusia) dari lensa dengan spiral ganda. Pada 1927, seorang penemu Rusia, Léon Theremin, mengembangkan sistem televisi dengan mirror-drum yang menggunakan sistem "video terjalin" untuk menghasilkan resolusi gambar 100 baris. Pada tahun yang sama, Herbert E. Ives dari Bell Labs berhasil mengirimkan gambar bergerak dari sebuah cakram 50-tingkap yang menghasilkan 16 gambar per menit melalui medium kabel dari Washington, D.C. ke New York City, dan juga melalui gelombang radio dari Whippany, New Jersey.Ives menggunakan layar penayang sebesar 24 x 30 inci (60 x 75 cm). Subjek rekamannya termasuk salah satunya Sekretaris Perdagangan Amerika saat itu, Herbert Hoover. Pada tahun yang sama pula, Philo Farnsworth berhasil membuat sistem televisi pertama di dunia dengan pemindai elektronik pada kedua perangkat tampilan dan pickup, di mana temuannya ini pertama kali ia demonstrasikan di depan media pers. 

Pada 1 September 1928.1888 – Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian1897 – Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung. Pada tahun1900 – Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris. Pada tahun1907 – Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar. Pada tahun1927 – Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi. Pada tahun1929 – Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. 1940 – Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis. Pada tahun 1958 – Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.Pada tahun 1964 – Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber. Pada tahun 1967 – James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis. Pada tahun 1968 – Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier. 

Pada tahun 1975 – Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna. Pada tahun 1979 – Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan. Pada tahun 1981 – Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.1987 – Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali. Pada tahun1995 – Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.

B. KELEBIHAN & KEKURANGAN 

  • KELEBIHAN TELEVISI ANALOG
      1. TV analaog yang kebanyakan masih ada di TV tabung. TV tabung merupakan televisi yang bisa dibilang sebagai televisi kalangan bawah, disebut demikian karena bisa dijangkau oleh masyarakat kaum menengah ke bawah. Harga yang murah menjadikan TV Analog menjadi favorit oleh bagian masyarakat yang belum mampu membeli televisi canggih nan mahal yang bisa menunjang TV Digital.
      2. Alat Komunikasi yang menyiarkan berita dengan tampilan Karena hal inilah yang hanya mampu dijangkau oleh kaum menengah ke atas.
  • KEKURANGAN TELEVISI ANALOG
      1. Hanya Bisa Memproses Sinyal Analog
Sebagaimana tadi yang dijelaskan di atas, bahwa televisi yang bisa dijangkau oleh banyak masyarakat menegah kebawah adalah televisi yang hanya mampu menjangkau sinyal TV Analog saja. Karena TV Digital yang hanya bisa dijangkau dengan televisi modern yang lebih canggih.


2. Kualitas Gambar Kurang Bagus
Karena TV Analog hanya menjangkau sinyal televisi terdekat, maka jika semakin jauh dengan pemancar akan semakin jelek kualitas gambarnya atau malah akan semakin menghilang. Selain gambarnya yang masih beresolusi SD, TV Analog masih menggunakan CRT yang tidak hemat tempat. Maka dari itu TV Analog kebanyakan menggunakan antena untuk menjangkau sinyal pemancar yang ada, dan jika walaupun tidak menjangkau maka tidak bisa menampilkan siaran yang diinginkan.


3. Boros Listrik
TV Analog masih banyak berada di dalam televisi tabung. Dan televisi tabung terkenal dengan konsumsi daya listriknya yang tinggi menyebabkan boros listrik. Hal ini jika dibandingkan dengan televisi modern non tabung yang jauh lebih hemat listrik karena mengonsumsi jauh lebih sedikit daya listrik.

  • KELEBIHAN TELEVISI DIGITAL
  1. Kualitas gambar yang dihasilkan TV digital membuat siaran gambar yang jernih dan dapat dinikmati menonton acara televisi

  2. Mengurangi efek doppler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak. Ini kerap terjadi pada TV analog sehingga membuat gambar memiliki bayangan pada layar.

  3. Pengurangan terhadap efek noise. Jadi efek noise bisa direduksi jika menggunakan penerimaan siaran sinyal digital.
  4. Sinyal digital mampu menampung banyak siaran dalam satu paket, hal ini dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog. Ini memudahkan Anda ketika mencari program yang akan ditonton dan menjamin kelancaran siaran televisi
  • KEKURANGAN TELEVISI DIGITAL
        1. Kendala Operasional
Dalam proses perpindahan dari TV Analog ke TV Digital, pasti akan berhubungan dengan kesiapan penonton TV di Indonesia yang masih banyak menggunakan TV analog. Memang saat ini tengah dijalanka proses simulcast, namun yang menjadi kendala adalah lama proses simulcast. Lama proses simulcast juga terbagi lagi menjadi 2 wilayah, yaitu wilayah ” ekonomi maju” dan wilayah ” ekonomi kurang maju”. Sehingga dari hal tersebut bisa terlihat siap atau tidaknya masyarakat dan penyelenggara, dengan begitu ketika beralih sepenuhnya ke era TV Digital tidak terjadi kesenjangan.
        2. Cliff Spot dan Blank Spot
Secara teknis, masih sering terjadi cliff effect dan blank spot. Cliff effect dan blank spot adalah ketidakstabilan penerimaan sinyal digital yang lemah sehingga menyebabkan siaran terputus-putus/patah-patah atau bahkan tdak ada gambar jika pesawat televisi tidak memperoleh sinyal sama sekali.
        3. Kerugian Teknis
Hal ini ditakutkan terjadi pada lembaga pengelolaan penyiaran. Kerugian yang terjadi dikarenakan setelah imigrasi ke TV Digital, penyiaran akan dipancarkan oleh penyiaran multiplesking. Yang akan berimbas kepada pemancar televisi lokal yang tidak digunakan lagi.
        4. Keahlian SDM Dalam Mengoperasikan Alat
Dalam hal ini masyarakat dituntu untuk dapat menghandle alat jika sampai terjadi kerusakan. SDM harus bersinergi dengan teknologi. Karena TV Digital ini menggunakan banyak aplikasi di dalamnya. Yang sayangnya, dimana saat ini masih belum tersedian SDM yang paham akan kebaruan teknologi tersebut. Dampak inilah yang jika tidak diantisipasi dari awal akan menyebabkan kesenjangan keahlian, terutama untuk institusi media-media kecil yang secara finansial belum siap mencari tenaga kerja baru maupun memberi pelatihan pada operatornya.